tiket pesawat~Tiket Pesawat dan Airport Tax Sudah Satu Paket ~ Tiket Pesawat

Hallo Tamu? Welcome To My Site
Service I Berita AirLines I Sponsor I Advertise

Tahap awal hanya untuk penerbangan domestik, selanjutnya untuk jalur internasional

JAKARTA - Setelah di tunda selama tiga kali, wacana di gabungnya passenger service charge (PSC) atau airport tax dengan tiket pesawat PT Garuda Indonesia Airlines Tbk akhirnya resmi berlaku pada Kamis (4/10). digabungnya PSC ini pada mula diberlakukan pada 28 September, tapi ditunda pada 1 Oktober dan kemudian ditunda lagi pada 4 Oktober 2012.

"Penundaan tersebut adalah masa transisi bagi pelanggan yang sudah melakukan pembelian tiket sebelum tanggal 4 Oktober 2012. Oleh sebab demikian, mereka tetap diharuskan melakukan pembayaran pajak bandara secara langsung," ujar Corporate Secretary PT Angkasa Pura II, Trisno Haryadi. Jadi, kata dia, penyatuan ini berlaku bagi penumpang yang telah membeli tiket pesawat per 4 Oktober 2012.

Trisno mengungkapkan kebijakan ini berlaku bagi penerbangan domestik. Namun, Angkasa Pura, menurutnya, tetap berupaya supaya penyatuan tiket pesawat ini berlaku untuk penerbangan internasional juga. Penyatuan pajak bandara ini adalah kerja sama antara PT Angkasa Pura I dan II beserta PT Garuda Indonesia Airlines. Menurut Trisno, untuk maskapai lain silahkan memberlakukan cara demikian dengan syarat sebelumnya yakni membangun sistem manajemennya terlebih dahulu.

Vice President Corporate Communications Garuda Indonesia, Pujobroto, mengungkapkan dengan ditetapkannya penyatuan pajak bandara ini, maka para penumpang tidak perlu antrian lagi demi hanya membayar airport tax. Pujobroto menghimbau agar penumpang tetap membawa print out tiket pesawat untuk memudahkan proses check-in.

Humas PT Angkasa Pura (AP) I, Saryo ketika dikonfirmasi sehubungan dengan proses penyatuan airport tax bagi para penumpang di maskapai Garuda Indonesia, Jumat (5/10) mengatakan bahwa penyatuan itu agar dapat memberikan kemudahan kepada penumpang supaya tidak terkendala dengan penggunaan sistem penggabungan tiket penerbangan tersebut. Sebab, langkah awal kebijakan tersebut hanya diberlakukan kepada pelanggan maskapai GI untuk rute domestik. “Karena untuk yang rute internasional, masih menanti persetujuan dan kesepakatan dengan pihak IATA (International Air Transport Association, red),” .

DIa juga menyampaikan, cost yang wajib dibayarkan sudah termasuk airport tax untuk rute domestik dengan Nilai yang telah ditentukan. Menurutnya, nilai itu akan diberlakukan secara serentak di seluruh terminal kedatangan maupun keberangkatan domestik. “Biaya tiketnya tetap dan tidak ada yang berubah. Kan hanya Rp 40 ribu,” ungkap dia.
 
Disamping itu, Sales Executive Garuda Indonesia Surabaya, Anthony Zulkarnaen menyatakan, sistem ini tidak mengubah apapun. “Yang diubah hanyalah penumpang tidak lagi melakukan pembayaran di loket,” .
 
Dilain tempat , Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) daerah Jatim, Ariffudinsyah menyatakan sikap  menyambut baik sistem penyatuan airport tax dengan tiket pesawat. Ia hanyalah berharap, pihak pemerintah haruslah lebih lagi memperjelas ketetapan penggabungan tiket pesawat tersebut. “Silakandi buat aturan apapun, yang terpenting bagi kami nilai tersebut tidak berubah. Itu sudah menjadi kebijakan pemerintah. Tentunya Kami akan ikuti,” tukas Arif. 
Dia mengaku, ASITA justru merasa diuntungkan dengan mekanisme baru tersebut.
  
Dilain pihak, pengamat penerbangan, Prof Dr K Martono menegaskan, diberlakukannya penyatuan harga  tiket pesawat dan airport tax bisa dilakukan penghematan yang besar. “Yang pasti adalah menghemat pemakaian kertas,” ujarnya.

Menurut dosen tetap di Universitas Taruma Negara Bandung itu, penghematan kertas tersebut nilainya bisa mencapai miliaran rupiah. “Jadi memang lebih efisien bila tiket dan airport tax digabung,” tukasnya.

Selain itu pula dapat memperkecil penggunaan Sumber Daya Manusia (SDM). “Jadi tentunya lebih efisien dan teratur bila keduanya disatukan menjadi satu,” paparnya.

Namun penyatuan  tersebut bukannya tanpa kekurangan. masalahnya dapat saja ada kemungkinan perusahaan penerbangan mangkir atau terlambat dalam menyetorkan  airport tax ke Angkasa Pura. “Jadi perusahaan dapat saja sungkan menyerahkan atau terlambat menyetor airporttax ke pihak Angkasa Pura. Dan jika hal itu terjadi maka Angkasa Pura dapat mengalami kerugian besar,” katanya.

Untuk mengatasi celah minus tersebut, Martono berharap, sebelum kebijakan itu diberlakukan, maka sangat penting diadakan kesepakatan antara maskapai dengan pihak Angkasa Pura. “Jadi kedua belah pihak sama-sama merasa aman dalam menjalankan regulasi itu,” .

Dan untuk memacu maskapai penerbangan agar membayar airport tax tepat waktu, Angkasa Pura juga harus memberikan reward kepada maskapai penerbangan itu. “Jadi jika ada perusahaan penerbangan yang membayar tepat waktu, maka Angkasa Pura dapat memberikan kompensasi sesuai kesepakatan bersama,”.

Sumber : Surabayapost



0 komentar

Posting Komentar

Support

tiket pesawat,harga tiket pesawat lion air, tiket pesawat murah lion air, tiket pesawat online lion air harga tiket pesawat,harga tiket pesawat sriwijaya air, tiket pesawat promo sriwijaya air, tiket pesawat online sriwijaya air

Social Icons

Followers

Jumlah Kunjungan

Alamat Kantor

Kantor Pusat :
Jl. Demang Lebar Daun lrg. Mesuji blok F12 no.642/3338 kelurahan Lorok Pakjo, 30137
Palembang Sumatera Selatan, Indonesia

Kantor Cabang :
Jl. DI Pandjaitan No 15 Kec. Plaju Seberang ulu (depan komplek Pertamina Bagus Kuning)
Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia

OP 1OP 2OP 3OP 4
OP 6OP 7OP 8OP 9
Tiket Pesawat Domestik, Kereta Api, Hotel
Ms.NurMs.AisyahMs.DianaMs.Rahma
Tiket Pesawat Internasional dan Paket Tour
Mr.AgusMr.Balad

Mobile

Hunting : 0711 41 49 03

Telkomsel : 0812 71111 001

XL : 0878 975 333 66

Indosat : 0858 3845 66 99

Flexi : 0711 78 30001

Email : info@tiketpesawatkamu.com

Pin BB : 26639B55

Suara Konsumen : 0821 80 826 826

Rekening Kami

BCA : 021 264 1268

Mandiri : 112 000 647 9195

BNI : 019 722 4968

Atas Nama:

Mgs Akhmad Fadly Rizqon

Popular Posts