tiket pesawat~Maret 2013 ~ Tiket Pesawat

Hallo Tamu? Welcome To My Site
Service I Berita AirLines I Sponsor I Advertise

backpacking, tour luar negeri

8 Jurus Backpacking ke Luar Negeri - Saat ingin liburan ke luar negeri dengan cara backpacking, traveler memang harus tahu konsekuensinya: repot mengurus semua keperluan sendiri. Tapi tenang saja, Anda bisa mengikuti 8 tips berikut ini.

Kebanyakan wisatawan yang ingin pergi ke luar negeri biasanya akan menggunakan jasa agen wisata. Cara ini memang praktis, Anda tinggal tunjuk destinasinya dan tentukan tanggal keberangkatan. Tapi, bukankah itu perlu biaya yang cukup besar?

Nah, untuk Anda para traveler yang lebih senang pergi sendiri tanpa bantuan agen wisata, tak perlu bingung. Asal teliti, liburan Anda ke luar negeri dengan cara backpacking juga bisa seru. Tentunya dengan menyiapkan semua perlengkapannya seorang diri. Agar tidak ada yang terlewatkan, coba ikuti 8 tips ini:

1. Tentukan destinasi sebaik mungkin

Pergi tanpa jasa agen wisata itu berarti Anda akan mengurus semua sendirian, termasuk juga memilih destinasi yang tepat. Jika dengan agen wisata Anda bisa bertanya tentang tujuan yang ingin dituju, tapi tidak dengan saat Anda backpacking. Jangan khawatir, saat ini banyak situs yang memaparkan berbagai destinasi di dunia, termasuk detikTravel.

Cari informasi sebanyak-banyaknya, mulai dari cara menuju ke sana, menginap di mana, sampai kuliner dan oleh-oleh khasnya. Anda juga bisa membaca kisah para traveler yang sudah lebih dulu ke sana di blog mereka.

2. Scan tanda pengenal dan itinerary

Sebelum berangkat, lebih baik untuk men-scan beberapa tanda pengenal yang Anda miliki, termasuk juga dengan itinerary. Kopi jadi 2, yang satu bisa Anda simpan sendiri di handphone dan yang satunya lagi bisa diberikan ke keluarga di rumah. Langkah ini hanya untuk antisipasi jika ada hal-hal yang tidak diinginkan nanti saat traveling.

3. Catat beberapa percakapan menggunakan bahasa setempat

Catatlah beberapa bahasa percakapan ringan, terutama jika penduduk di sana kurang memahami bahasa Inggris. Sewaktu saya ke Vietnam, kemampuan berbahasa Inggris penduduknya sangat payah. Mengetahui percakapan ringan dalam bahasa lokal akan membantu terutama saat bertanya arah dan alamat serta berbelanja.

4. Bawa alat tulis dan peta

Bawa selalu alat tulis, peta, dan kertas. Pengalaman saya naik bus umum dari Ho Chi Minh menuju ke Chu Chi Tunnels. Oleh karena pelafalannya berbeda, jadi sia-sia ketika saya menyebutkan tempat yang akan dituju. Mereka hanya menggeleng, lalu ketika saya tunjukkan tulisannya, maka mereka mengerti. Begitupun peta, terutama peta penginapan. Saat saya hanya tunjukkan kartu nama berisi alamat penginapan, yang ditanya hanya bingung dan menggeleng. Tetapi ketika saya tunjukkan peta, mereka langsung mengerti tempat yang saya maksud.

5. Siapkan uang

Selain bahasa dan dokumen, mata uang juga penting. Pastikan Anda membawa mata uang paling lazim, yakni Dollar AS yang bisa langsung ditukar ke mata uang lokal. Hal ini untuk berjaga-jaga meskipun Anda berencana menggunakan layananan ATM selama perjalanan. Tukar secukupnya dan pergunakan semaksimal mungkin. Tapi bisa juga Anda sudah menyiapkannya dan menukarkannya saat masih di Indonesia.

6. Tak perlu bawa banyak barang

Untuk menghemat bagasi, pilih baju yang tipis serta peralatan mandi dan make-up yang bentuknya kecil. Sebenarnya peralatan mandi juga bisa diperoleh di penginapan. Namun berhubung acara jalan-jalannya adalah gaya backpacker, sehingga penginapan yang saya pilih semurah mungkin. Ada harga, ada kualitas. Tak selalu tersedia peralatan mandi yang lengkap terutama untuk penginapan kelas melati.

7. Cari tahu cuaca di sana

Sebelum berangkat, cari tahu dulu seputar informasi cuaca di tempat yang menjadi tujuan Anda. Dari Ho Chi Minh City, saya menuju Hanoi. Sesampainya, saya kaget bukan main ternyata bulan Februari di Hanoi masih musim dingin. Di ransel saya hanya ada beberapa lembar kaos dan jaket denim yang kurang tebal. Akhirnya terpaksa saya membeli sebuah jaket bulu tebal, kalau tidak ingin mati kedinginan. Suhu di sana saat malam hari mencapai 6-8 derajat celcius, cukup dingin bagi saya yang terbiasa tinggal di Jakarta.

8. Jangan 'kebelet' membeli kartu provider handphone

Saat ini, traveling tanpa sosial media tampaknya mustahil. Ya, inilah hobi para traveler, posting lokasi di mana mereka berada. Tapi jangan terburu-buru untuk membeli kartu provider handphone, ada baiknya menggunakan fasilitas wifi saja. Cara ini memang agak merepotkan, tapi setidaknya Anda bisa menyimpan uang yang seharusnya digunakan untuk membeli kartu untuk keperluan lainnya.


Buang Stres di Green Canyon, Jawa Barat - Kembali ke alam menjadi satu dari banyak cara yang bisa Anda pilih untuk menghilangkan stres. Dengan lokasi yang relatif dekat dari Bandung, Green Canyon menjadi objek wisata yang layak dijajal untuk melepas penat.

Perjalanan dari Bandung sepanjang 240 km ke selatan Pulau Jawa terbayar dengan keindahan panorama Green Canyon, atau Cukang Taneuh yang hijau dan eksotis. Betapa tidak, memasuki kawasan wisata yang berlokasi di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Ciamis, Jawa Barat itu, wisatawan disuguhi hamparan air sungai yang diapit pepohonan hijau di kedua sisinya.

Itu baru awal. Dengan membayar tiket masuk seharga Rp 77.500, Anda akan diantar menyusuri sungai sepanjang 2 km menuju Green Canyon. Di kawasan Green Canyon, turis diberikan waktu selama 15 menit untuk menikmati, dan mengabadikan keindahan mahakarya sang pencipta itu dalam jepretan kamera.

Badan sungai yang mengecil menjadi penanda pemberhentian perahu. Wisatawan kemudian akan tiba di kawasan Green Canyon. Butuh waktu sekitar 15 menit untuk sampai di Green Canyon yang sebenarnya.

Penjelajahan pun dimulai dari tempat ini. Pemandangan di sini jauh berbeda dengan pemandangan sepanjang sungai tadi.

Kawasan ini sebenarnya merupakan aliran sungai Cijulang yang diapit tebing tinggi yang begitu indah. Di bagian atas, pepohonan hijau tampak mewarnai tebing itu. Rimbun. Di bagian bawah, bebatuan menghiasi aliran sungai yang tidak terlalu deras.

Berbeda dengan air sungai sebelumnya yang berjenis air payau, air di sungai di Green Canyon berjenis air tawar. Airnya yang jernih dan menyegarkan sangat sayang dilewatkan begitu saja. Gemericik air dan pantulan sinar matahari yang masuk melalui sela-sela pepohonan dari atas ke sungai begitu menggoda.

Dengan sedikit negosiasi dengan pemandu yang mengantar, traveler bisa merasakan sensasi berenang di aliran sungai itu. Bersiaplah berbasah-basahan di sini. Jangan pernah mengatakan pernah berkunjung ke Green Canyon jika tidak merasakan berenang di aliran sungainya.

Pemandu biasanya mematok tarif tambahan untuk mengantar wisatawan berenang mengarungi sungai. Tak hanya itu, turis juga akan ditemani menjelajah Green Canyon sampai ke pelosok. Ia juga akan membimbing dan membantu Anda untuk mengabadikan gambar lewat lensa kamera.

Setelah deal dengan si pemandu, turis akan diberi jaket pelampung untuk mulai berenang menuju sisi yang lebih dalam dari Green Canyon itu. Titipkan semua barang bawaan Anda di perahu yang tadi mengantar karena tidak mungkin Anda berenang dengan semua barang bawaan itu.

Tidak bisa berenang? Jangan khawatir. Dengan jaket pelampung, wisatawan yang tidak bisa berenang tetap akan bisa mengambang. Anda hanya perlu menggerakan tubuh dan mengerahkan tenaga untuk berenang melawan arus.

Meski arusnya tidak terlalu deras, tetap saja berenang melawan arus itu bukan hal yang mudah. Sensasi dingin air langsung menusuk kulit begitu tubuh masuk ke dalam sungai. Lama kelamaan, tubuh pun akan terbiasa dinginnya air.

Dengan jaket pelampung, Anda bisa mengambang tanpa harus bisa berenang. Terlentang ataupun tengkurap bebas Anda lakukan. Pilihlah posisi yang paling nyaman untuk menyusuri sungai sepanjang kurang lebih 50 meter untuk sampai di Batu Payung.

Jika pelancong merasa lebih nyaman berenang dengan posisi badan tengkurap, coba sesekali putarkan badan Anda. Dalam posisi terlentang, lihatlah ke atas. Langit berbingkai tebing hijau menjadi pemandangan yang spektakuler.

Lepaskan semua beban dan nikmati keindahan yang tersaji. Tidak hanya langit dan tebing, air yang menetes dari tebing pun bisa menjadi pemandangan yang luar biasa indah. Tetesan air yang turun dari tebing sepanjang tahun itu menetes dengan teratur.

Memandang tetesan air secara vertikal dari bawah jauh berbeda dengan memandangnya secara horisontal. Jika memandang secara horizontal, tetesan air menetes cepat akibat gravitasi bumi. Tapi dengan memandang tetesan air itu secara vertikal, waktu terasa berjalan sangat lambat.

Tetes demi tetes air itu meluncur lambat, sangat lambat, dari tebing sebelum kemudian mendarat lembut di wajah. Sebuah fenomena yang menakjubkan yang layak Anda alami.

Setelah berenang disungai sepanjang 50 meter, Anda akan sampai di Batu Payung. Batu yang menjorok dari sisi tebing itu merupakan titik untuk melompat. Dengan ketinggian 4-5 meter, Anda bisa melompat ke sungai sedalam 8-10 meter di bawahnya.

Tapi jangan sesekali nekat menaiki tebing untuk sampai ke batu jika tidak berani melompat. Sampai di batu, Anda tidak punya pilihan selain melompat. Turun melalui tebing yang telah dipanjat terlalu curam dan cukup berbahaya karena di bawahnya penuh dengan bebatuan.

Di puncak batu, adrenalin Anda akan terpacu. Air sungai yang jernih memperlihatkan dengan jelas batu karang yang ada di baliknya. Tidak heran jika Anda kembali berpikir untuk melompat. Tapi jangan khawatir. Bebatuan itu berada cukup dalam di dalam sungai sehingga tidak akan membahayakan.

"Ambillah sedikit ancang-ancang dengan berlari kecil sebelum melompat. Ketika melompat, usahakan badan berada dalam posisi tegak lurus sehingga Anda akan mendarat sempurna ke dalam sungai," jelas Unang guide di Green Canyon yang sudah menjadi pemandu sejak 1987 itu.

Posisi tubuh yang tidak tegak lurus akan menimbulkan rasa sakit ketika bertabrakan dengan permukaan sungai. Rasa khawatir dan takut saat akan melompat hilang begitu saja bersama keraguan ketika sudah melompat.

Bagi yang belum pernah mencoba, ini terdengar menyeramkan. Tapi setelah mencoba, Anda dijamin akan ketagihan dan ingin melompat kembali.

Dengan pemandangan bak lukisan, Green Canyon menjadi salah satu tempat yang wajib dikunjungi terutama oleh Anda yang menyukai petualangan. Objek wisata ini buka setiap hari mulai pukul 7.30 hingga pukul 16.00 dan pukul 13.00 hingga pukul 16.00 untuk hari Jumat.

"Sebaiknya berkunjunglah pada musim kemarau ketika air sedang jernih. Jika berkunjung saat musim hujan, air akan berwarna coklat dan terlihat kotor. Lebih enak juga memulai perjalanan pagi hari agar waktunya lebih panjang," kata Unang.


3 Destinasi Wajib di Dataran Tinggi Dieng - Liburan ke Dieng jangan hanya datang ke komplek candinya saja. Masih banyak lagi destinasi menarik yang bisa Anda kunjungi, seperti 3 tempat ini.

Dieng adalah dataran tinggi di Indonesia yang terletak di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Tempat ini memiliki keindahan tiada tara. Saya pun penasaran ingin mengunjunginya langsung.

Syukurlah, rasa penasaran saya terbayar pada tanggal 17 November 2012 kemarin. Sekitar pukul 06.00 WIB saya dan rekan lain bersiap-siap untuk berangkat menuju Dieng.

Tepat pukul 07.00 WIB, kami melaju perlahan meninggalkan Yogya dengna motor. Sekitar pukul 08.00 WIB kami melanjutkan perjalanan dengan melewati Magelang ke arah Candi Borobudur.

Agar lebih cepat, kami pun mencari jalan alternatif. Jalur yang dilalui adalah Yogya, Sleman, Magelang, Muntilan, Salaman, Slentho, Sapuran, Pasar Kertek, Winong Sari, Kaliwiro, Wonosobo, dan Dieng. Tepat pukul 10.00 WIB, tibalah kami di Kota Wonosobo.

Motor terus melaju sampai memasuki kawasan Gapura, sebelum memasuki Desa Tieng dan Dieng. Turis yang datang akan dikenakan biaya Rp 2.000/orang.

Tiba di Gapura bukan berarti kami telah tiba di Dieng. Anda masih harus menempuh kurang lebih 12 km dari Gapura untuk menuju Dataran Dieng. Akhirnya, setelah menempuh perjalanan panjang, kami tiba di Dieng.

Perjalanan dilanjutkan dengan mencari homestay. Kami menyewa 2 kamar dengan harga per kamar Rp 200.000. Salah satu fasilitas yang didapat adalah kamar mandi dengan air panas.

Di Dieng, ada 3 destinasi yang saya dan teman-teman kunjungi, yaitu:

1. Telaga Warna

Telaga warna adalah telaga yang sering memunculkan nuansa warna merah, hijau, biru, putih. Di sebelah Telaga Warna, ada Telaga Pengilon. Uniknya warna air di telaga ini bening seperti tidak tercampur belerang. Keunikan lain adalah yang membatasi Telaga Warna dengan Telaga Pengilon hanyalah rerumputan yang terbentuk seperti rawa kecil.

2. Kawah Sikidang

Destinasi kedua yang kami kunjungi adalah Kawah Sikidang. Kawah yang satu ini adalah kawah yang paling banyak dikunjungi turis. Selain pemandangannya indah, Kawah Sikidang juga masih aman untuk dikunjungi.

Sayang, bau belerang masih sangat menyengat di sana. Tak heran kalau, banyak para penduduk lokal yang berjualan masker. Ya, pengunjung disarankan untuk memakai masker di sekitar lokasi ini jika tidak mau menghirup bau belerangnya.

3. Komplek Candi

Pemandangan yang indah menyelimuti perjalanan ke komplek candi di Dieng. Walau mendung, kami tidak lelah untuk berputar-putar ke lokasi wisata tersebut. Beberapa candi memiliki nama yang diambil dari tokoh wayang yaitu, Candi Arjuna, Candi Gatotkaca, Candi Dwarawati, dan Candi Bima.

Tak sabar ingin segera melihat matahari terbit, teman perjalanan saya lari menyela 3 rombongan di depan, dengan jalan sedikit berlari. Matahari sudah akan muncul, tapi perjalanan yang harus kami tempuh masih 1/4 lagi. Setelah berjalan cepat, akhirnya tiba juga di Puncak Pakuwojo yang berada di ketinggia 2.400 mdpl.

Dieng tidak selamanya ramai dikunjungi turis, tempat ini punya momen tertentu di mana Dieng ramai dikunjungi turis. Tak hanya turis domestik, tapi juga mancanegara.

Saat itu, ada banyak orang juga berbagai stasiun televisi beramai-ramai meliput acara pemotongan rambut anak gimbal. Ada beberapa kepercayaan pada anak yang berambut gimbal. Katanya, rambut mereka harus dipotong untuk menghindari keapesan. Acara itu biasanya sekitar bulan Juli atau Agustus. Saat itu suhu di lokasi Dieng sangat dingin hingga minus derajat celcius.

Support

tiket pesawat,harga tiket pesawat lion air, tiket pesawat murah lion air, tiket pesawat online lion air harga tiket pesawat,harga tiket pesawat sriwijaya air, tiket pesawat promo sriwijaya air, tiket pesawat online sriwijaya air

Social Icons

Followers

Jumlah Kunjungan

Alamat Kantor

Kantor Pusat :
Jl. Demang Lebar Daun lrg. Mesuji blok F12 no.642/3338 kelurahan Lorok Pakjo, 30137
Palembang Sumatera Selatan, Indonesia

Kantor Cabang :
Jl. DI Pandjaitan No 15 Kec. Plaju Seberang ulu (depan komplek Pertamina Bagus Kuning)
Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia

OP 1OP 2OP 3OP 4
OP 6OP 7OP 8OP 9
Tiket Pesawat Domestik, Kereta Api, Hotel
Ms.NurMs.AisyahMs.DianaMs.Rahma
Tiket Pesawat Internasional dan Paket Tour
Mr.AgusMr.Balad

Mobile

Hunting : 0711 41 49 03

Telkomsel : 0812 71111 001

XL : 0878 975 333 66

Indosat : 0858 3845 66 99

Flexi : 0711 78 30001

Email : info@tiketpesawatkamu.com

Pin BB : 26639B55

Suara Konsumen : 0821 80 826 826

Rekening Kami

BCA : 021 264 1268

Mandiri : 112 000 647 9195

BNI : 019 722 4968

Atas Nama:

Mgs Akhmad Fadly Rizqon

Popular Posts